APEKA MENERIMA MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2018/2019

Akademi Peternakan Karanganyar menerima mahasiswa baru Tahun Akademi 2018/2019 melalui program/jalur :

  1. Reguler
  2. Beasiswa Bebas SPP ( kuota 40 orang )
  3. Beasiswa Kerja Magang ( Kuota 15 orang )
  4. Beasiswa Bidikmisi ( Kuota menyesuaikan dari Pemerintah )

Adapun persyaratannya :

1. Program REGULER, syaratnya :

  1. Fotocopy nilai raport semester V bagi pendaftar yang belum lulus atau Ijazah bagi pendaftar yang telah lulus dan dilegalisir sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) yang dilegalisir, sebanyak 2 lembar
  3. Fotocopy Akte Kelahiran, sebanyak 2 lembar
  4. Pas photo berwarna terbaru background warna biru ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar, 3 x 4 sebanyak 5 lembar, 2 x 3 sebanyak 5 lembar.
  5. Referensi/rekomendasi akademik dari Kepala Dinas/Kepala Sekolah /Kecamatan/Desa atau pejabat yang berwenang
  6. Surat pernyataan jaminan pendidikan dari orang-tua/wali
  7. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000,-

 

2. Program Beasiswa Bebas SPP (BBSPP), syaratnya :

  1. Fotocopy nilai raport semester V bagi pendaftar yang belum lulus atau Ijazah bagi pendaftar yang telah lulus dan dilegalisir sebanyak 2 lembar.
  2. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) yang dilegalisir, sebanyak 2 lembar
  3. Surat keterangan penghasilan orang tua/wali yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas/Camat/Kepala Kelurahan/Desa.
  4. Pas photo berwarna terbaru background warna biru ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar3 x 4 sebanyak 5 lembar, 2 x 3 sebanyak 5 lembar.
  5. Fotocopy akte kelahiran, sebanyak 2 lembar
  6. Surat Keterangan Layak Mendapatkan Bantuan Pendidikan dari Kepala Desa/Kelurahan setempat
  7. Referensi/rekomendasi akademik dari Kepala Dinas/Kepala Sekolah /Kecamatan/Desa atau pejabat yang berwenang.
  8. Surat pernyataan jaminan pendidikan dari orang-tua/wali
  9. Surat ijin belajar dari pimpinan apabila berstatus sebagai pegawai/karyawan
  10. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000,-

 

3. Program Beasiswa Kerja Magang (BKM) , syaratnya :

  1. Fotocopy nilai raport semester V bagi pendaftar yang belum lulus atau Ijazah bagi pendaftar yang telah lulus dan dilegalisir sebanyak 2 lembar
  2. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) yang dilegalisir, sebanyak 2 lembar
  3. Fotocopy Akte Kelahiran, sebanyak 2 lembar
  4. Menguasai dan trampil mengoperasikan Komputer
  5. Sanggup bekerja keras (Etos Kerja Tinggi)
  6. Passphoto berwarna terbaru background warna biru ukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar, 3 x 4 sebanyak 5 lembar, 2 x 3 sebanyak 5 lembar.
  7. Surat Keterangan Layak Mendapatkan Bantuan Pendidikan dari Kepala Desa/Kelurahan setempat
  8. Referensi/rekomendasi akademik dari Kepala Dinas/Kepala Sekolah /Kecamatan/Desa atau pejabat yang berwenang.
  9. Surat pernyataan jaminan pendidikan dari orang-tua/wali
  10. Mengganti biaya pendaftaran   250.000,-

 

4. Program BIDIKMISI, syaratnya :

  1. Tidak mampu secara ekonomi
  2. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tinginya S1 (Srata 1) atau Diploma 4.
  3. Fotocopy nilai raport semester V bagi pendaftar yang belum lulus atau Ijazah bagi pendaftar yang telah lulus dan dilegalisir sebanyak 2 lembar
  4. Fotocopy Akte Kelahiran, sebanyak 2 lembar
  5. Sanggup bekerja keras (Etos Kerja Tinggi)
  6. Passphoto berwarna terbaru background warna biru ukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar, 3 x 4 sebanyak 5 lembar, 2 x 3 sebanyak 5 lembar.
  7. Surat Keterangan Layak Mendapatkan Bantuan Pendidikan dari Kepala Desa/Kelurahan setempat
  8. Bebas biaya pendaftaran

 

WAKTU PENDAFTARAN:

  1. Pendaftaran :

              – Gelombang  I                    : 5  Februari –  10 Agustus 2018

              – Gelombang  II                   : 13 Agustus – 28 September 2018

             – Program Bidikmisi            : 5 Februari – 29 Juni 2018

  1. Waktu                                       : Hari SENIN – JUM’AT (Pkl. 08.00 WIB – 15.00 WIB)
  2. Tes Tertulis dan Wawancara : Pada saat Pendaftaran
  3. Pengumuman : Pada saat Pendaftaran

 

TEMPAT PENDAFTARAN :

Kampus Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA)

Jl. Lawu No. 115 Karanganyar

Tegalasri Rt 03 Rw 07 Bejen Karanganyar 57716

 

PROSEDUR PENERIMAAN

  1. Calon mahasiswa mendaftar di Panitia penerimaan mahasiswa baru
  2. Calon mahasiswa mengikuti tes tertulis
  3. Calon mahasiswa mengikuti tes wawancara
  4. Pengumuman penerimaan
  5. Daftar ulang / Heregistrasi

CONTACT PERSON (CP) : Telp.         0271 (495212)

                                                 SMA/WA  082324802615

 

Kerjasama APEKA Dengan Fakultas Pertanian UNIBA Surakarta

Pada hari Rabu 25 Oktober 2017 telah dilakukan kerjasama antara APEKA dengan Fakuktas Pertanian UNIBA Surakarta. Kerajsama dilaksanakan di kampus APEKA Karanganyar. Naskah kerjasama ditandatangi oleh Direktur APEKA, Ir. Damaryanto Widharto, MSi dan Dekan Fakultas Pertanian UNIBA , Ir. Much Ikhsan, MP.

Dilansir dari LINTAS1, SOLO – Peningkatan kualitas dosen dan profil lulusan menjadi target utama Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta pada tahun-tahun ke depan. Fakultas Pertanian yang saat ini memilik tiga program studi, yaitu Agroteknologi, Agribisnis, dan Peternakan, berusaha untuk mencapai target tersebut.

Akreditasi program studi sebagai pengakuan eksistensi menjadi salah satu agenda kerja yang dilakukan terus-menerus. Salah satu kegiatan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan dilakukannya kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan institusi yang ada di Solo Raya.

Pada Rabu (25/10/2017), bertempat di Ruang Pertemuan Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA), berlangsung acara ceremonial penandatangan MoU antara Fakultas Pertanian UNIBA Surakarta dengan Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA). Penandatangan dilakukan oleh Dekan FP UNIBA, Ir. M. Ihsan, M.P. dengan Direktur APEKA, Ir. Damaryanto Widharto, M.Sc.

Kerja sama antara FP UNIBA dan Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) ini diharapkan dapat terealisasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dijelaskan oleh Direktur APEKA bahwa APEKA memiliki keistimewaan di dalam kesehatan ternak, utamanya pada inseminasi buatan dan vaksinasi ternak. Oleh karena itu, Prodi Peternakan UNIBA dan APEKA dapat berkolaborasi di dalam hal ini.

Sedangkan, Dekan FP UNIBA mengemukakan bahwa ciri khas Prodi Peternakan UNIBA adalah menghasilkan produk industry peternakan yang halal dan thoyyib, sehingga keduanya dapat saling mendukung dan memperkuat.

Lebih lanjut Dekan FP UNIBA mengatakan bahwa peternakan merupakan program studi yang lebih banyak aplikasi di lapangan sehingga tidak salah jika sebagai program studi yang baru di Fakultas Pertanian UNIBA, dosen dan mahasiswa peternakan melakukan pendekatan dan bersinergi dengan APEKA yang sudah memiliki banyak keterampilan, laboratorium, dan kemampuan teknis di bidang peternakan. (ian)

Kegiatan Mahasiswa Di Desa Girilayu

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Bupati Apresiasi Kerja Sama Akademi Peternakan Karanganyar dengan Universitas Taiwan

KARANGANYAR-Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi kerja sama Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) dengan Cheng Shiu University (CSU), Taiwan. Selain itu, Yuli juga mendukung APEKA bertransformasi menjadi politeknik.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran yang penting untuk mencapai target ekonomi dengan melakukan pembangunan yang berkelanjutan di suatu daerah.

“Peran perguruan tinggi dalam pembangunan yang benar-benar berkelanjutan harus memperhatikan ekonomi yang berkualitas, dan memperhatikan pembangunan sosial,” ujar Bupati.

Kepada wartawan, Yuli mengaku mendukung penuh kegiatan tersebut. Ia berjanji bakal menindaklanjuti undangan pihak perwakilan Cheng Shiu University (CSU) untuk berkunjung ke Taiwan.

Di samping itu, Yuli juga mendukung rencana APEKA yang akan bertransformasi dari akademi menjadi politeknik dengan tiga program studi (prodi) baru.

“Kami mendukung penuh APEKA menjadi Politeknik bisa segera diwujudkan dengan tiga program studi,” imbuh dia.

Sekedar diketahui, APEKA menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Cheng Shiu University (CSU), Taiwan, Sabtu (25/3) pagi. Penandatanganan dilaksanakan di Ruang Athorium Komplek Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Direktur APEKA, Damaryanto Widharto, mengatakan, APEKA telah menjadi kampus peternakan selama 32 tahun. “Untuk meningkatkan eksistensi APEKA menjalin kerja sama dengan CSU, tahun kemarin mengirimkan satu mahasiswa ke Taiwan,” terang dia.

Di bagian lain, perwakilan Cheng Shiu University (CSU), Taiwan, Shuenn-Ren Cheng (Mr Tomi), menjelaskan, jalinan kerja sama dengan APEKA telah terbangun 1 tahun lalu.

“Kami mempunyai hubungan dengan APEKA. Mahasiswa Sri Wahyono merupakan salah satu mahasiswa terbaik di CSU,” kata dia.

Lowongan Formasi Dosen

PENGUMUMAN
Nomor :15/t /Rek/40/DOSDMNI/2013
Tentang
PENERIMAAN DOSEN TETAPUNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, membuka kesempatan untuk menjadi dosen tetap pada:
Program studi Strata Satu (Si): Akuntansi, Manajemen, Ilmu Ekonomi, Ilmu Hukum, Teknik Sipil,
Teknik Lingkungan, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin,
Ilmu Komunikasi, Psikologi, Hubungan Internasional, Pendidikan Bahasa Inggris, Statistika, Farmasi,
Pendidikan Kimia, Pendidikan Dokter, Hukum Islam, Ekonomi Islam dan Pendidikan Agama Islam;
Program D3: Analis Kimia;
c. Program Profesi: Apoteker;
dengan syarat-syarat sebagai berikut:
I. Syarat pendaftaran :
Warga Negara Indonesia.
Beragama Islam.
Sehat jasmani dan rohani.
Berkelakuan balk.
Berpendidikan S2/S3, dengan jenjang pendidikan antara SI, S2, dan S3 pada jalur yang sebidang/
serumpun.
Diberikan kesempatan bagi lulusan SI yang sedang menempuh studi S2, khusus untuk program studi:
Akuntansi, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Mesin, Pendidikan Dokter, Farmasi, dan
Ekonomi Islam sesuai syarat khusus. Akreditasi program studi asal minimal sama dengan akreditasi program
studi UII yang dituju, minimal akreditasi B.
Catalan: Apabila telah lolos seleksi, calon dosen tetap dengan pendidikan SI yang sedang menempuh program S2 (atas
biaya di luar tanggungan U11), batas waktu selesai studi S2 selambat-lambatnya pada akhir tahun 2014 dan pengangkatan
sebagai calon pegawai (dosen tetap) dilakukan setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus S2.
Pada tanggal 1 Oktober 2013, maksimal berusia 30 tahun bagi yang berijazah SI, 35 tahun bagi yang berijazah
S2, dan 39 tahun bagi yang berijazah S3/Spesialis.
g. lndeks Prestasi Kumulatif serendah-rendahnya:
Tiga koma dua lima (3,25) untuk SI selain Dokter;
Tiga koma nol (3,0) untuk Dokter;
Tiga koma lima (3,5) untuk S2 dan S3 dalam dan luar negeri; dan
Tiga koma tiga (3,3) untuk Spesialis.
Syarat IPK tersebut di atas berlaku secara komulatif untuk semua ijazah yang dimiliki, pelamar wajib
melampirkan IPK sesuai ieniang pendidikan (Si, Dokter, S2, S3, Spesialis) yang dimiliki.
h. Ketentuan IPK sebagaimana dimaksud pada point g berdasarkan skala 4 (empat).
i. Syarat Khusus:
Ilmu Hukum
Calon dosen prodi Ilmu Hukum, diproyeksikan sebagai pengajar pada Departemen Hukum Administrasi
Negara/Hukum Acara/Hukum Perdata/ Hukum Internasional.
Teknik Sipil
Berpendidikan Teknik Sipil.
Teknik Lingkungan
Berpendidikan minimal S2 dengan latar belakang pendidikan SI Teknik Kimia dan S2 Kimia
Lingkungan/Teknik Lingkungan/Bioteknologi/Ilmu Lingkungan
Berpendidikan minimal S2 dengan latar belakang pendidikan Si Biologi dan S2 Biologi
Lingkungan/Bioteknologi/Teknik Lingkungan/lImu Lingkungan.

Arsitektur
Berpendidikan S2 Arsitektur dengan jenjang pendidikan yang sebidang/ serumpun, untuk
diproyeksikan pada keahlian Ilmu dan Teknologi Bangunan, diutamakan mempunyai pengalaman atau
kekuatan pada aspek simulasi komputasional kualitas lingkungan dan bangunan,
Berpendidikan S2 Arsitektur dengan jenjang pendidikan yang sebidang/ serumpun, untuk
diproyeksikan pada keahlian Teknologi Komunikasi Arsitektural, diutamakan mempunyai pengalaman
Komputasi Arsitektural , parametric design dan BIM.
Teknik Industri
Berpendidikan Teknik Industri S2, S3 atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang
pendidikan yang sebidang/ serumpun.
Teknik Informatika
Berpendidikan S2, S3 atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang pendidikan yang
sebidang/ serumpun dari lulusan Si Prodi Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Teknologi Informasi,
Teknik Elektro (Konsentrasi: Teknik Informatika/Sistem Komputer).
Teknik Elektro
Minimal Lulusan S2 Teknik Elektro Bidang Ketenagaan/Power .
Teknik Mesin
Berpendidkan S2, S3 atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang pendidikan yang
sebidang/serumpun dari lulusan Si Bidang Teknik Mesin/Manufaktur/Mekatronika.
Psikologi
Minimal berpendidikan S2 bidang ilmu Psikologi, diutamakan lulusan Magister Psikologi Profesi.
Ilmu Komunikasi
Minimal berpendidikan S2 bidang Ilmu Komunikasi.
Statistika
Minimal berpendidikan S2 Statistika/Matematika konsentrasi Statistika.
Farmasi
Memiliki ijazah apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi apoteker yang masih berlaku
Minimal berpendidikan S2 Ilmu Farmasi (Farmakologi, Kimia Farmasi, Farmasi Klinis, dan Biologi
Farmasi) atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang pendidikan yang sebidang/
serumpun.
Pendidikan Kimia
Minimal berpendidikan S2 bidang ilmu Kimia dari lulusan Si Pendidikan Kimia.
Pendidikan Dokter
Minimal berprofesi dokter dan sedang menempuh pendidikan S2 atau spesialis
Lulusan yang dibutuhkan untuk memenuhi departemen Ilmu Penyakit THT, Ilmu Bedah Umum, Ilmu
Kesehatan Kulit & Kelamin, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Mata, Radiologi, Ilmu Kesehatan
Jiwa, Anestesiologi, Biokimia, Parasitologi, Fisiologi.
Ekonomi Islam
Berpendidikan S2 atau sedang menempuh studi program S2/S3 dengan jenjang pendidikan yang
sebidang/serumpun dari lulusan SI Akuntansi Syari’ah atau Manajemen Syari’ah atau Ekonomi Islam.
Pendidikan Agama Islam
Minimal berpendidikan S2 di bidang Pendidikan Agama Islam atau Pendidikan Umum dari Fakultas Ilmu
Pendidikan.
Profesi Apoteker
Memiliki ijazah apoteker dan memiliki sertifikat kompetensi apoteker yang masih berlaku
Minmal berpendidikan S2 dari bidang keahlian (Magister Manajemen Farmasi atau Magister Farmasi
Klinis atau Magister Kesehatan Masyarakat ( diutamakan minat promosi kesehatan).
Program D3 Analis Kimia
Minimal berpendidikan S2 dari bidang Kimia Organik, Kimia Analitik, Kimia Anorganik, atau Kimia
Fisik.
2. Mengajukan lamaran bermaterai cukup (Rp 6.000,00) yang ditujukan kepada :
Rektor Universitas Islam Indonesia
Gedung H. GBPH. Prabuningrat, Kampus Terpadu UII,
JI. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta
dilampiri dengan :
a. Salinan atau fotokopi (ijazah dan transkrip SI/S2/S3) yang telah dilegalisasi;

Pasfoto berwarna terbaru 3 (tiga) lembar ukuran 4 x 6 cm dan 1 (satu) lembar ukuran 2 x 3 cm;
Curiculum Vitae*)
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
Fotokopi akte kelahiran yang telah dilegalisasi;
Surat keterangan sehat jasmani dari dokter dan sehat rohani dari dokter jiwa (hasil pemeriksaan 3 bulan terakhir);
Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) yang masih berlaku dan sudah dilegalisasi oleh Kepolisian;
Surat pernyataan tidak pernah dihukum penjara/kurungan dan surat pernyataan tidak pernah diberhentikan
tidak dengan hormat pada suatu instansi )
Mengisi formulir pendaftaran calon dosen tetap Ulf’)
Ketentuan-ketentuan lain:
1. Waktu dan tempat pendaftaran :
a. Pendaftaran dibuka 2 s.d 25 Juli 2013 pada jam 09.00 s.d 15.00 WIB dan hasil seleksi administrasi
pelamar yang memenuhi syarat, diumumkan pada tanggal 2 Agustus 2013.
b Lamaran dapat
diserahkan/dikirimkan kepada Direktorat Organisasi dan Sumber Daya Manusia (DOSDM) UlI
(lantai 2), Gedung H. GBPH. Prabuningrat Kampus Terpadu JI. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta atau
dikirimkan melalui email bpsdm@uii.ac.id dan berkas lamaran lengkap dilampirkan dalam sebuah
file (seperti *.rar, *.zip, *.pdf). Berkas lamaran hardcopy (asli) harus sudah diterima oleh DOSDM
paling lambat pada 25 Juli 2013.
2. Penyelenggaraan ujian seleksi dilaksanakan mulai 19 Agustus 2013:
Tahap I diselenggarakan pada 19 Agustus 2013 (Psikotes);
Tahap II diselenggaakan pada 21-22 Agustus 2013 (Tes Bahasa lnggris);
Tahap III diselenggarakan pada 26 – 27 Agustus 2013 (tes kompetensi) dan tanggal 28 Agustus 2013 (tes
pengetahuan agama).
Persyaratan yang tidak lengkap, tidak diproses lebih lanjut.
Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan di Divisi Administrasi SDM DOSDM UII (lantai 2) Gedung H. GBPH.
Prabuningrat, J1. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Telp. (0274) 898 444 – 458 ext. 1202.
Bagi pelamar yang pernah mengikuti proses seleksi dosen tetap dibatasi maksimal sampai dengan 3 kali periode
rekrutmen, dan penyimpangan dari ketentuan tersebut secara otomatis dinyatakan tidak memenuhi syarat
administrasi atau gugur sebagai calon peserta rekrutmen dosen tetap
Proses seleksi penerimaan dosen dilaksanakan secara obyektif.

Pendidikan Tinggi Indonesia Butuh Penguatan Budaya Mutu

Jakarta – Pendidikan Tinggi memiliki peran besar untuk mencetak lulusan yang berdaya saing dan memiliki kompetensi, terutama dalam menghadapi era persaingan global atau yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Mengingat pentingnya kualitas lulusan yang berdaya saing dan kompetitif, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan meluncurkan program inovatif bernama Klinik SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu program studi pendidikan tinggi di Indonesia.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad menyebutkan bahwa upaya peningkatan mutu program studi harus dimulai dari internal pendidikan tinggi itu sendiri. “Mutu bukan sesuatu yang didapatkan universitas dari pemerintah saja, namun harus disadari bahwa internal pendidikan tinggi, baik dari segi kualitas dosen hingga sistem pembelajaran, juga perlu diperhatikan oleh universitas. Oleh sebab itu, Klinik SPMI ini akan membantu pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas dan mutu program studinya,” kata Intan kala menyampaikan sambutannya dalam acara Coffee Morning sekaligus soft-launching Klinik SPMI di Gedung D Kemristekdikti Senayan, Jakarta (29/07).

Klinik SPMI merupakan layanan masyarakat berupa bimbingan teknis yang diperuntukkan bagi entitas perguruan tinggi agar lebih memahami SPMI dan SPM-Dikti (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi), serta yang lebih penting lagi adalah untuk meningkatkan kesadaran membangun budaya mutu. Klinik SPMI memberikan layanan informasi berupa FAQ melalui sarana online maupun offline dan interaktif tentang bagaimana membangun budaya mutu di perguruan tinggi Indonesia, serta memberikan usulan solusi yang efektif terhadap segala tantangan yang dihadapi dalam mengakarkan budaya mutu pendidikan tinggi.

Senada dengan itu, Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Aris Junaidi mengatakan bahwa untuk meningkatkan mutu hidup manusia Indonesia, hal pertama yang harus dilakukan ialah melalui peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran. “Sesuai dengan revolusi mental nawacita Presiden RI Joko Widodo, sangat kuat dan jelas disampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari mutu pendidikan tinggi. Jadi, jika kita ingin mengharapkan lulusan yang berdaya saing, maka peningkatan mutu inilah yang harus kita prioritaskan”, ucap Aris dalam presentasinya.

Sebanyak 14 fasilitator pusat dan 200 fasilitator wilayah akan memberikan layanan Klinik SPMI dan juga audit internal. Penerima layanan Klinik SPMI cukup komprehensif, meliputi pengelola perguruan tinggi, dosen, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Diharapkan masyarakat dapat mendukung program pemerintah ini, sehingga kebermanfaatkan program dapat segera teralisasikan dampaknya bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

Ritech Expo 2016 Solo Berakhir

SOLO – Pameran Ritech Expo 2016 resmi ditutup. Gelaran tahunan dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ( Hakteknas) ke-21 ini ditutup dengan penancapan gunungan oleh Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Ainun Naim pada Sabtu (13/8) sore di GOR Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Penyelenggara Pameran Ritech Expo 2016 Nada Marsudi, penyelenggaraan Ritech Expo tahun ini merupakan penyelenggaraan Ritech Expo yg terbesar selama 21 tahun terakhir. Pada Ritech Expo 2016 diikuti oleh 90 instansi terdiri dari 31 Perguruan Tinggi dan Politeknik, 6 LPNK, 11 Balitbang Kementerian, 12 Balitbang Daerah, 11 industri, dan 19 program unggulan dan satuan kerja Kemristekdikti. Ritech Expo 2016 menampilkan 155 stand yang terdiri dari 140 stand indoor san 15 stand outdoor.

Selain itu, Nada Marsudi melaporkan bahwa selama 4 hari penyelenggaraannya, Ritech Expo 2016 mampu menarik antusiasme masyarakat Kota Surakarta dan sekitarnya. Hal ini terlihat dr jumlah pengunjung Ritech Expo 2016 yg mencapai 17.000 orang.

Pada sambutannya, Ainun Naim menyampaikan terima kasih kepada warga masyarakat dan pemerintah kota Surakarta yg telah mendukung terselenggaranya Ritech Expo dan seluruh rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-21.

Selain itu, dalam sambutannya, Ainun Na’im menyatakan bahwa pameran ini penting utk mengetahui dan merasakan kebesaran bangsa Indonesia. Salah satu kebesaran bangsa Indonesia adalah hasil karya inovasi anak bangsa di berbagai bidang. Contohnya di bidang kesehatan, Indonesia mampu menghasilkan alat-alat kesehatan berkualitas setara dengan produk luar negeri namun dengan harga yg jauh lebih murah dibanding produk luar negeri.

Kemudian di bidang transportasi, Ainun Na’im mencontohkan kemampuan Indonesia dlm menghasilkan moda transportasi berbasis energi listrik seperti sepeda motor listrik dan mobil listrik.
“Bangsa Indonesia memiliki kemampuan menghasilkan teknologi baru untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia,” tekan Ainun Nai’m.

Di akhir sambutannya, Ainun Na’im mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan komitmen untuk memanfaatkan produk dan hasil-hasil inovasi anak bangsa. Pada gelaran penutupan Ritech Expo 2016 Sesjen Kemristekdikti menyerahkan 3 penghargaan utk peserta pameran antara lain penghargaan stand terinovatif, penghargaan stand terfavorit, dan penghargaan stand terbaik.

Penghargaan stand terinovatif diberikan kepada stand dengan produk inovasi yg beragam dan inovatif. Pusat Unggulan Iptek (PUI) menjadi juara untuk kategori ini. Kategori kedua adalah stand tervaforit. Penghargaan ini diberikan kepada stand dengan antusiasme pengunjung terbesar. Penghargaan ini diberikan kepada stand Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Penghargaan ketiga adalah kategori stand terbaik. Kategori ini diberikan kepada instansi dengan stand yang mampu mengkomunikasikan produk-produknya dalam tampilan yang menarik. Penghargaan untuk kategori ini diberikan kepada stand Pemerintah Kota Surakarta. Ritech Expo 2016 dan seluruh rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-21 telah berakhir. Namun semangat “Gelorakan Inovasi!” harus lah tetap membara dalam kerja nyata tingkatkan daya saing bangsa.(dzi/msf/rhi)

Media Perpustakaan

Keberadaan perpustakaan baik perpustakan umum, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan sekolah, merupakan sarana untuk mendukung proses terbentuk masyarakat yang cerdas. Perpustakaan mempunyai posisi yang strategis dalam masyarakat pembelajar karena perpustakaan bertugas mengumpulkan mengelola dan menyediakan rekaman pengetahuan untuk dibaca dan dipelajari. Dengan perpustakaan akan tertolonglah masyarakat ekonomi lemah dalam mengakses informasi yang mereka perlukan. Dalam kasus ini perpustakaan dapat dikatakan menjadi sarana mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan perpustakaan juga merupakan penghayatan falsafah negara kita yaitu Pancasila (Sudarsono, 2006).

Guna menggambarkan perpustakaan sebagai sesuatu yang mempunyai peran penting di masyarakat atau bangsa, maka perpustakaan mendapatkan sebutan yang baik dan dapat dikatakan mempunyai makna yang tinggi, antara lain; perpustakaan gudangnya ilmu dan informasi, perpustakaan sebagai jantung perguruan tinggi, perpustakaan membangun kecerdasan bangsa, perpustakaan sebagai terminal informasi, perpustakaan membuka cakrawala pengetahuan dunia dan lain sebagainya.

Namun secara realita, masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan masih sangat rendah, baik itu di perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah atau perpustakaan khusus lainnya. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya apresiasi, kunjungan dan pemanfaatan fasilitas koleksi yang ada di perpustakaan.
Kondisi ini diperkuat dari hasil penelitian yang dilakukan Perpustakaan Nasional pada tahun 2001 tentang minat baca di kalangan siswa Sekolah Dasar di DKI, NTB dan Sulawesi Tengah dan daerah lainnya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, bahwa; (1) tidak pernah membaca, DKI 4%, NTB 4,6% dan Sulteng 2,7%, (2) membaca 1 jam, DKI 68,2%, NTB 66,5% dan Sulteng 71,2%, (3) membaca 2 jam, DKI 21,7%, NTB 18,3% dan Sulteng 20,1%, (4) membaca 3 jam, DKI 4,3%, NTB 4,9% dan Sulteng 3,4% dan (5) membaca lebih dari 3 jam, DKI 1,8%, NTB 5,7% dan Sulteng 1,8%, (Sudiarto, 2006).
Berdasar data diatas yang menjadi pertanyaan adalah apakah kecilnya pemanfaat perpustakaan terjadi karena kurangya promosi/sosialisasi kepada masyarakat tentang perpustakaan, ataukah karena faktor rendahnya literasi informasi masyarakat. Mencermati hal tersebut, maka dalam tulisan ini akan mengulas pada aspek literasi sebagai faktor dalam pemanfaatan perpustakaan.

Literasi Informasi

Beberapa pandang yang berkaitan dengan jenis literasi, yaitu literacy yang berkaitan dengan melek huruf, oral literacy ketidakpahaman isi yang disampaikan, technology literacy teknologi yang digunakan untuk mendukung literasi, kemudian aliteracy yang menggambarkan ketidak membacaan masyarakat. Menurut hemat penulis munculnya beberapa istilah yang berhubungan dengan literasi karena beberapa faktor :

Pertama, dilihat dari aspek bahasa. Penggunaan beberapa istilah literasi, merupakan cara yang digunakan untuk memudahkan dalam menggambarkan atau memaknai terhadap istilah tersebut mengenai makna yang terkandung dalam.

Kedua, dilihat dari aspek estimologi. Dimana perkembangan atau asal muasal istilah literasi merupakan suatu rangkian yang muncul dari istilah yang satu yang pada akhirnya digunakan untuk memaknai istilah yang lainnya.

Ketiga, dilihat dari aspek budaya. Beberapa istilah literasi menunjukan tingkat atau strata suatu masyakat. Dimana tingkat literasi digunakan untuk menggambarkan tingkat peradaban masyarakat suatu bangsa. Sebagai gambaran menunjuk bahwa negara-negara yang tergolong maju menunjungkan tingkat literasi masyarakatnya tinggi, jika dibandingkan dengan negara-negara miskin atau berkembang. Contoh aktul misalnya, sebagaimana yang diungkapkan Taufik Ismail dalam rapat kerja IPI, dalam presentasinya tentang tragedi nol buku. Dimana beliau memamparkan untuk tingkat siswa SLTA di Indonesia aliteracy NOL dibandingkan dengan starta yang sama di negara-negara maju. Sisi lain literasi dapat digunakan sebagai indikator-indikator kultur suatu masyarkat, dimana bagi negara yang kurang maju kebiasaan pada aspek oral dan mendengar lebih menonjol dibanding dengan kultur di negara-negara maju pada aspek literasi.

Pemahaman literasi informasi sampai saat ini belum ada istilah baku yang menjadi kesepakatan para ahli informasi. Banyak istilah yang digunakan untuk memahami literasi informasi, misalnya dengan pengertian “melek huruf”. Putu Laxman Pendit mengartikan literasi informasi sebagai keberaksaraan. Doyle (1994) dalam Saad (2006), mendeskripsikan information literate:

Person as one who; recognizes that accurate and complete information is the basis for intelligent decision making, recognizes the need for information, formulates questions based on information need, identifies potential sources of information, develops successful search strategies, accesses sources of information including computer-based and other technologies, evaluates information, organizes information for practical application, integrates new information into an existing body of knowledge, uses information in critical thinking and problem.

Hepworth (1999) dalam Irawati (2005) mendefinisikan information literacy sebagai proses memperoleh pengetahuan terhadap perilaku dan keahlian dalam bidang informasi, sebagai penentu utama dari cara manusia mengeksploitasi kenyataan, membangun hidup, bekerja, dan berkomunikasi dalam komunitas informasi. Sehingga dari beberapa definisi tersebut dapat dikatakan bahwa literasi informasi kemampuan seseorang untuk mengenali informasi yang dibutuhkan dan kemampuan untuk menemukan letak informasi tersebut, kemudian mengevaluasi dan juga mampu menggunakan informasi tersebut secara efektif.